Rangkuman Materi Hukum Asuransi



Hukum Asuransi Masa Kini

1. Pengertian Asuransi
Dalam pasal 246 KUH Dagang, Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung,dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tentu.

Dalam pasal 1774 KUH Perdata, Suatu perjanjian untung-untungan adalah suatu perbuatan yang hasilnya, mengenai untung ruginya, baik bagi semua pihak, maupun bagi sementara pihak, bergantung pada suatu kejadian yang belum tentu. Demikianlah adalah perjanjian pertanggungan

Menurut saya Asuransi adalah pengumpulan dana dimasyarakat dan dana tersebut disimpan di bank atau diputar.

Definisi Asuransi adalah suatu perjanjian antara penanggung dan tertanggung dimana penanggung memberikan ganti rugi terhadap tertanggung, sebaliknya tertanggung harus membayar premi kepada penanggung.

2. Dasar Hukum Asuransi :
- Surat An-nisa ayat ( 9 )
- KUHD
- KUH Perdata
- UU No. 2 Thn 1992 tentang usaha Per asuransian 
- UU No. 23 Tahun 2007 ttg Perkereta Apian
- UU No. 17 Thn 2008 ttg Pelayaran 
- UU No. 1 Thn 2009 Ttg Penerbangan
- UU No. 33 Thn 1964 ttg dana Pertanggungan wajib dana penumpang
- UU No. 34 Thn 1964 ttg dana kecelakaan lalu lintas jalan
- PP No. 17 Thn 1965 Ketentuan Pelaksanaan UU No. 33 Thn 1964
- PP No. 18 Thn 1965 Ketentuan Pelaksanaan UU No. 34 Thn 1964
- PP No. 73 Thn 1992 ttg Penyelenggaraan untuk Per Asuransian 
- UU No. 21 Thn 2011 ttg OJK
- UU No. 24 Thn 2011 ttg BBJS

3. Apakah semua risiko bisa di Asuransikan...???

Kriteria agar resiko dapat di Asuransikan yaitu :
- Dapat dinilai dengan uang 
- harus risiko murni
- Kerugian timbul akibat peristiwa yang tidak pasti
- tertanggung harus memiliki Insurable interest ( Adanya kepentingan dalam asuransi tsbt ), tidak bertentangan dengan UU ketertiban umum pasal 1337 KUH Perdata dan kesusilaan 

4. Kun Wahyu Wardana menulis bahwa tidak semua risiko dapat di Asuransikan, risiko yang dapat di asuransikan jika memiliki karakteristik sbb :

- Fortuitas : risiko tidak dapat diketahui scr pasti kapan terjadinya 
- Fiancial value : kerugian yang timbul dari suatu resiko harus dapat ditakar atau dikalkulasikan 
- Insurable interest : Adanya kepentingan tertanggung untuk mengasuransikan obyeknya 
- Homo geneus Exposures : risiko yang di asuransikan harus bersifat homogen yang mempunyai kesamaan sifat atau karakter dalam jumlah yang besar, sebab apabila terlalu sedikit risiko yang ditutup maka asuransi tdk berfungsi, akibatnya jika suatu risiko terlalu unik, atau mpy sifat yang khusus atau satu-satunya maka preminya akan sangat tinggi.

5.  Prinsip-prinsip Asuransi :

A). Insurable interest  yaitu kepentingan yang dapat di asuransikan 
Adapun penerapan insurable interest bisa berbeda-beda tergantung jenis asuransinya :
- Life Asuransi : bahwa setiap orang dapat mengasuransikan dirinya untuk sejumlah nilai pertanggungan berapapun, disamping seseorang memiliki insurable interest atau dirinya sendiri
- Property insurance : untuk asuransi harta bendanya
- Executor and Trustees : sering memiliki hak atas asuransi harta benda yang berada dalam penguasaannya
- Bailees : orang yang bertanggung jawab
- Agent
- Marine Insurance
B). Utmost Good Faith : diterjemahkan sebagai itikad baik yang terbaik, dalam kontrak asuransi itikad baik saja belum cukup, akan tetapi dituntut yang terbaik dari itikad baik dari calon tertanggung.
Jadi good faithnya terletak pada itikad untuk untuk selalu menjawab secara jujur pertanyaan yang disampaikan oleh under writter sedangkan utmostnya terletak pada calon tertanggung harus mpy inisiatif untuk mengungkapkan fakta penting yang tidak ditanyakan oleh under writter

6. Kapan terjadinya perjanjian Asuransi..???

- Menurut teori yaitu pada saat polis sudah diterbitkan
- Sedangkan dalam prakteknya pada saat terjadinya kata sepakat

7. Asas-Asas perjanjian Asuransi :

- Asas kebebasan berkontrak : batasan kebebasan dalam membuat suatu perjanjian harus sesuai ketentuan  dalam pasal 1338 (1) dan 1337 KUH Perdata berkenaan dengan isi dan cakupan perjanjian
- Asas Konsesualisme : diatur  pada pasal 1320 KUH Perdata, Sepakat mereka yang mengikatkan diri (Mutlak/harus)
- Acta pacta sunservanda : diatur pada pasal 1338 (1), diartikan juga sebagai asas kepastian hukum
- Asas itikad baik : diatur pada pasal 1338 (3), ada 2 macam :
   - Subjektif ( pada saat sebelum perjanjian di TTD)
   - Obektif ( perjanjian sudah di TTD )
mengatur perilaku para pihak sebelum dan selama perjanjian berlaku
- Asas kepribadian : diatur dalam pasal 1315 dan 1340 KUH Pdt, mengenai para pihak yang saling mengikatkan diri.

8. Asas-asas atau prinsip dalam asuransi

- Prinsip kepentingan yang dapat di asuransikan (insurable interest) pasal 250 KUHD 
- Prinsip itikad baik (utmost good faith)  pasal 251,252,276,277 KUHD
- Prinsip keseimbangan (Idem niteit principle) pasal 252 KUHD, pasal 246 larangan onrecht matige verrijking (memperkaya diri sendiri)
- Prinsip subrogasi (subrogation principle), contohnya C menabrak A, apabila A langsung minta ganti kpd C, maka B sebagai perusaahaan asuransi tidak berkewajiban mengganti A.
- Prinsip sebab akibat (causalitet principle), proximate casuse : peristiwa terdekat terefisien yang menimbulkan kerugian, contohnya : A kecelakaan dgn B , A meninggal dunia ,setelah diselidiki A meninggal karena serangan jantung bukan krn kecelakaan maka C sebagai pihak asuransi tidak wajib memberikan ganti rugi, kpd A
- Prinsip kontribusi (pasal 278 KUHD)
- prinsip follow the fortunes
7 prinsip diatas semua berlaku untuk asuransi kerugian , akan tetapi untuk asuransi berupa sejumlah uang yang berlaku hanya prinsip kepentingan,prinsip utmost good faith,prisip hubungan sebab akibat, dan prinsip follow the fortunes

9. Unsur-unsur perjanjian asuransi 

- unsur Esensalia : unsur yang selalu harus ada didalam perjanjian merupakan unsur mutlak dimana tanpa adanya unsur tsbt, mk perjanjian tidak mungkin ada
- unsur Naturalia : unsur perjanjian yang oleh uu diatur, contoh : jaminan kenikmatan aman  dan tidak adanya cacat tersembunyi dalam perjanjian asuransi
- unsur Accidentalia : unsur yang ditambahkan oleh para pihak, dimana uu sendiri tidak mengatur hal tersebut

10.  Unsur dalam asuransi :

- Adanya dua pihak yang terkait
- Ada peralihan risiko
- Ada premi dan evenement ( peristiwa tidak pasti menimbulkan kerugian )
- Ada unsur ganti rugi

11. Menurut H. Gunanto, Asuransi ada 3 macam yaitu :

- Asuransi Kerugian 
- Asuransi jiwa/sejumlah uang
- Asuransi sosial

12. Menurut david, Asuransi ada 2 macam :

-  Asuransi sosial ( sosial asurance ) terbit berdasarkan UU yaitu UU no 33 tahun 1964 ttg dana pertanggungan wajib penumpang,  UU No. 24 tahun 2011 ttg penyelenggaraan BBJS
- Asuransi sukarela/komersial, pengaturan pada KUH Pdt ttg perikatan bab I,II,III,IV,V, Dan XV
- KUHD buku I titel IX Dan titel X Dan buku II

13. Tujuan asuransi 

- Asuransi sukarela / komersial / voluntary insurance : memberikan rasa aman dgn cara pengalihan/mentransfer/membagi risiko kepada pihak lain
- Asuransi sosial / compulsary insurance : memberikan jaminan sosial kepada masyarakat atau sekelompok masyarakat.

14. Mengapa asuransi yang dipilih...????

karena asuransi mempunyai manfaat sbb :
- Asuransi dapat memberikan rasa aman atau terjamin dalam ber usaha
- Asuransi dapat menaikkan efisiensi dalam  kegiatan perusahaan sehingga shg pengusaha dapat focus dalam peningkatan usahanya tanpa berfikir risiko
- Asuransi cenderung kearah perkiraan penilaian biaya yang layak dalam sebuah risiko
- Asuransi merupakan dasar pertimbangan pemberian suatu kredit
- Asuransi dapat mengurangi timbulnya kerugian-kerugian 
- Asuransi merupakan alat pembangunan



1 Response to "Rangkuman Materi Hukum Asuransi"

  1. artikelnya bermanfaat gan untuk tugas kuliah ane terimakasih

    ReplyDelete