Rangkuman Materi Anjak Piutang ( Factoring ), Kuatkan Taring Perekonomian Indonesia



Rangkuman Materi Anjak Piutang ( Factoring ), Kuatkan Taring Perekonomian Indonesia 

Program Anjak Piutang ( Factoring ) Kuatkan Taring Perekonomian Indonesia


Ketika zaman dituntut untuk serba cepat didalam memenuhi dan melakukan kegiatan sendi – sendi perekonomian pada masyarakat Indonesia khususnya para pengusaha dan Wiraswasta maka  pada era  globalisasi persaingan disektor ekonomi tidak bisa untuk dibendung lagi, disusul dengan diadakannya perjanjian masyarakat ekonomi ASEAN maka setiap anggota negara – negara se Asia Tenggara pun mulai menunjukkan taring nya disektor ekonomi tak terkecuali Negara Indonesia maka untuk bisa bersaing diantara negara – negara Asia Tenggara maka disini pemerintah Indonesia telah mencetuskan kebijakan – kebijakan yang bertujuan untuk memperkuat perekonomian NKRI salah satunya adalah program Anjak Piutang (Factoring) adalah kegiatan  pembiayaan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu Perusahaan berikut pengurusan atas piutang tersebut. Sehingga dalam hal ini untuk perusahaan – perusahaan baru maupun perusahaan – perusahaan yang sudah besar yang ingin meningkatkan kualitas didalam meningkatkan pembelian piutang dagang jangka pendek suatu Perusahaan. Sehingga melihat latar belakang diatas penulis ingin menjelaskan terkait program Anjak Piutang (Factoring) yang telah diberlakukan di Negara Indonesia dan sejauh mana program ini telah berjalan, maka penjelasan penulis disini diawali dengan jenis – jenis atau macam – macam Lembaga Pembiayaan dan pengertian serta fungsi dari penyedian Anjak Piutang (Factoring)  yaitu antara lain adalah sebagai berikut :

Rangkuman Materi Anjak Piutang ( Factoring ), Kuatkan Taring Perekonomian Indonesia



ANJAK PIUTANG (FACTORING)

Anjak Piutang (Factoring) adalah kegiatan  pembiayaan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu Perusahaan berikut pengurusan atas piutang tersebut. (Perpres No 9 Tahun 2009)

LATAR BELAKANG ANJAK PIUTANG (FACTORING)
         Pola pasar penjual
         Pola pasar pembeli
         Pembayaran secara kredit/ berjangka

UNSUR-UNSUR UTAMA PENGERTIAN ANJAK PIUTANG
         Subyek :
Factoring, supplier/clien/penjual/kreditur
Customer/nasabah/debitur

         Objek:
Piutang jangka pendek milik klien(supplier)

         Peristiwa:
Kontrak pengalihan piutang jangka pendek

         Hubungan:
Hubungan kewajiban dan hak antara klien dan factoring

         Jangka waktu:
Piutang jangka pendek (max 1 th)

Pihak-Pihak yang terkait dengan kegiatan Factoring:
* Penjual Piutang (Client) adalah perusahaan yang menjual dan/atau mengalihkan piutang atau tagihannya yang timbul dari transaksi perdagangan kepada Perusahaan Pembiayaan.
    • Perusahaan Anjak Piutang (Factoring) adalah perusahaan yang akan mengambil alih atau mengelola piutang atau penjualan kredit debiturnya.
    • Debitur adalah nasabah yang mempunyai hutang kepada kreditur (Client).

KEGIATAN ANJAK PIUTANG (FACTORING)

Kegiatan Anjak Piutang dilakukan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan berikut pengurusan atas piutang tersebut, dapat dilakukan dalam bentuk :
  1. Anjak Piutang tanpa jaminan dari Penjual Piutang (Without Recourse)
  2. Anjak Piutang dengan jaminan dari Penjual Piutang (With Recourse)

ANJAK PIUTANG (FACTORING)

Kegiatan Factoring dapat dilakukan dalam bentuk:
    • Pembelian atau pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.
    • Penatausahaan dan penagihan piutang perusahaan Penjual Piutang.
Jasa bagi Perusahaan Anjak Piutang dlm Pengelolaan Piutang:
    • Service Charge (Jasa Penagihan)
    • Biaya Administrasi

Mekanisme Anjak Piutang

         Tahap Permohonan
         Tahap Pengecekan
         Tahap Pemeriksaan Lapangan
         Tahap Pembuatan customer  profile
         Tahap Pengajuan Proposal kpd kredit komite
         Tahap Pengajuan Keputusan Kredit Komite
         Tahap Pengiriman Surat Penawaran
         Tahap Pengikatan
         Tahap Pencairan Fasilitas

Syarat:

         1. Akta Pendirian dan perubahannya
         2. Surat Pengesahan pendirian perusahaan
         3.SIUP
         4. TDP
         5.NPWP
         6. Laporan Keuangan 3 bulan terakhir
         7. Bank statement account 3 bulan terakhir
         8. Profesional background dari direksi dan/atau komisaris
         9. Struktur organisasi calon klien
         10.  Data lain dikemudian


ANJAK PIUTANG (FACTORING)

Fasilitas Factoring kepada Client-nya dlm Pengelolaan Piutang:
    • Berdasarkan Pemberitahuan:
      • DISCLOSED yaitu fasilitas yang diberikan kepada factoring dalam penagihan piutang dengan sepengetahuan Debitur
      • UNDISCLOSED yaitu fasilitas yang diberikan kepada factoring dalam penagihan piutang tanpa sepengetahuan Debitur, kecuali jika ada pelanggaran kesepatan yang telah dibuat.
    • Berdasarkan Tanggung Jawab:
      • WITH RECOUSE yaitu Dalam hal Debitur tidak mampu untuk melunasi segala kewajibannya, maka resiko kredit tersebut menjadi tanggung jawab pihak Kreditur dan pihak factoring mengembalikan tanggung jawab penagihannya.
      • WITHOUT RECOURSE yaitu Dalam fasilitas ini semua resiko yang tidak terbayar dalam suatu penagihan piutang menjadi tanggung jawab factoring sepenuhnya.

DASAR PENGATURAN LEMBAGA PEMBIAYAAN

Dasar hukum substantive
Perjanjian diantara para pihak berdasarkan asas “ kebebasan berkontrak”. Antara perusahaan financial sebagai kreditur dengan konsumen sebagai debitur. Pasal 1338 (1) KUH Perdata Bahwa “suatu perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai UU bagi yang membuatnya”.

Dasar hukum administrasi
Keppres No.61 Tahun 1988 tentang Lembaga pembiayaan dicabut dengan Perpres No 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan ( Peraturan Menteri Keuangan RI No.84/PMK.012/2006 )

Keuntungan Factoring
1.                 I.    Adanya peningkatan Modal kerja
  1. Adanya perlindungan kredit
  2. Manajemen kredit
  3. Penagihan piutang
  4. Administrasi penjualan
  5. Membantu mengembangkan usaha klien
Kelemahan Factoring

1.      Pemborosan biaya

2.      Menurunkan reputasi

3.      Bisnis rentan resiko

4.      Kurang professional


PERBEDAAN ANJAK PIUTANG DENGAN KREDIT BANK


ANJAK PIUTANG
Biasanya melibatkan 3 pihak
Transaksi jual beli piutang
Dimulai dari aktiva produktif menjadi kas pada saat jatuh tempo
Tidak memberi tambahan aktiva berupa kas, hanya cash flow dng menggunakan piutang yang belum jatuh tempo
Mengubah penjualan kredit menjadi uang tunai
 Agunan bukan menjadi hal yang mutlak

KREDIT BANK
Biasanya melibatkan 2 pihak saja
Melibatkan praktik-praktik dalam perkreditan umumnya dengan jaminan
Dimulai dari utang  menjadi aktiva produktif
Memberikan tambahan aktiva dalam bentuk kas
Jumlah tetap dan syarat pelunasan tetap
Kredit di bank hampir selalu dikaitkan dengan agunan





0 Response to "Rangkuman Materi Anjak Piutang ( Factoring ), Kuatkan Taring Perekonomian Indonesia"

Post a Comment